ul.menu {list-style-type:none;width:auto;position:relative;display:block;height:33px;font-size:.6em;background:url("https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_qegyMQIYhWwYJWFDOEGLH8jakcuubdNLFqViHlYm42uhifkJLee-5UP45ZdYDTCf4OIw7yndmsrEGVEkfIJCFE2PSLe4FcdPM0YrxCDJLfmCCAvBoUboaiDh3977fmIk5B8vKK3XreY/s1600/bg.png") repeat-x top left;font-family:Verdana,Helvetica,Arial,sans-serif;border:1px solid #000;margin:0;padding:0;} ul.menu li {display:block;float:left;margin:0;padding:0;} ul.menu li a {float:left;color:#A79787;text-decoration:none;height:24px;padding:9px 15px 0;font-weight:normal;} ul.menu li a:hover,.current {color:#fff;background:url("https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_qegyMQIYhWwYJWFDOEGLH8jakcuubdNLFqViHlYm42uhifkJLee-5UP45ZdYDTCf4OIw7yndmsrEGVEkfIJCFE2PSLe4FcdPM0YrxCDJLfmCCAvBoUboaiDh3977fmIk5B8vKK3XreY/s1600/bg.png") repeat-x top left;text-decoration:none;} ul.menu .current a {color:#fff;font-weight:700;} /*Garis Merah*/ ul.menu.red{background-color:#B11718;} ul.menu.red li a:hover, .menu.red li.current {background-color:#DE3330;}

musikku

http://www.4shared.com/mp3/6QrX51uN/di_galesong.html

Senin, 24 Desember 2012

Detik-detik terakhir


Kehilangan orang yang di sayang, sangatlah sulit apalagi orang tersebut tak akan kembali lagi, karena tlah pergi untuk selamanya.
Kutuliskan cerita ini, seiringan dengan jatuhnya air mata yang begitu sulit untuk kulerai. Begitu sakit hati ini ketika ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh orang yang begitu dekat dan kita sayangi. Bahkan sampai saat ini aku masih belum percaya bahwa satu sayapku tlah pergi. Namun aku harus bisa merelakannya.
Seringkali air mataku menetes ketika mengingatnya. Karena diantara saudaraku hanyalah aku yang begitu dekat dengannya. Ketika ia akan pergi, aku tak kuasa untuk melihatnya namun mama menyuruhku untuk tetap di sampingnya dan melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Tetapi, aku tidak bisa melihat ia seperti itu.
Di detik-detik terakhirnya ia sempat meneskan air mata, mungkin karena dari ketiga anaknya hanyalah aku yang ada disana, hanyalah aku yang dilihatnya. Ketika ia dibawah pulang kerumah, orang pada memelukku tetapi aku adalah orang yang tidak suka menunjukkan kesedihanku pada orang lain sampai akhirnya aku bergegas menuju kamarku. Sesampainya aku di kamar, seseorang memelukku dari belakang, seraya berkata “kamu pasti bisa melanjutkan masa depanmu meski tanpa dia, satu hal harus kamu ingat yaitu do’akan ia selalu”.
Tak lama kemudian datanglah tante aku, ia berkata bahwa aku tidak boleh seperti ini, dan aku harus keluar dari kamar . sungguh hatiku begitu tercabik-cabik melihatnya seperti itu.
Satu hal yang slalu membuatku teringat yaitu sebuah janji, janji yang belum sempat aku tepati bahkan sampai ia pergi. Dan dua kali aku ucapkan janji itu kepadanya.
Memang begitu sulit ditinggalkan oleh keluarga apalagi ia adalah tulang punggung dalam keluarga. Ketika ia pergi, nyaris aku tidak melanjutkan study aku. Apalagi usaha mama aku itu baru berjalan dan penghasilannya masih belum seberapa.
Dua bulan setelah kepergiannya, alhamdulillah usaha mama berjalan dengan lancar, dan penghasilannyapun selalu bertambah sehingga aku bisa melanjutkan studyku, walau juga dengan bantuan saudara mamaku.
Walau mama aku punya penghasilan sendiri, tetapi aku masih canggung minta uang banyak-banyak padanya. Berbeda hal ketika tetta (ayah) masih hidup, apalagi aku tahu bahwa usaha mama itu modalnya tidaklah sedikit.
Mama sering bilang bilang bahwa aku harus bisa menjaga benda-benda yang aku miliki, karena aku tidak bisa membelinya lagi, makanya aku berusaha menjaganya, sebenarnya aku sangat sulit karena dulunya aku itu sangat cuek dengan benda-benda yang aku punya.
Sudahlah sampai disini, aku tidak bisa melanjutkannya lagi.
Aku sedih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar