musikku
http://www.4shared.com/mp3/6QrX51uN/di_galesong.html
Senin, 24 Desember 2012
Detik-detik terakhir
Kehilangan orang yang di sayang, sangatlah
sulit apalagi orang tersebut tak akan kembali lagi, karena tlah pergi untuk
selamanya.
Kutuliskan cerita ini, seiringan dengan
jatuhnya air mata yang begitu sulit untuk kulerai. Begitu sakit hati ini ketika
ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh orang yang begitu dekat dan kita
sayangi. Bahkan sampai saat ini aku masih belum percaya bahwa satu sayapku tlah
pergi. Namun aku harus bisa merelakannya.
Seringkali air mataku menetes ketika mengingatnya.
Karena diantara saudaraku hanyalah aku yang begitu dekat dengannya. Ketika ia
akan pergi, aku tak kuasa untuk melihatnya namun mama menyuruhku untuk tetap di
sampingnya dan melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Tetapi, aku tidak bisa
melihat ia seperti itu.
Di detik-detik terakhirnya ia sempat meneskan
air mata, mungkin karena dari ketiga anaknya hanyalah aku yang ada disana,
hanyalah aku yang dilihatnya. Ketika ia dibawah pulang kerumah, orang pada
memelukku tetapi aku adalah orang yang tidak suka menunjukkan kesedihanku pada
orang lain sampai akhirnya aku bergegas menuju kamarku. Sesampainya aku di
kamar, seseorang memelukku dari belakang, seraya berkata “kamu pasti bisa
melanjutkan masa depanmu meski tanpa dia, satu hal harus kamu ingat yaitu do’akan
ia selalu”.
Tak lama kemudian datanglah tante aku, ia
berkata bahwa aku tidak boleh seperti ini, dan aku harus keluar dari kamar .
sungguh hatiku begitu tercabik-cabik melihatnya seperti itu.
Satu hal yang slalu membuatku teringat yaitu
sebuah janji, janji yang belum sempat aku tepati bahkan sampai ia pergi. Dan
dua kali aku ucapkan janji itu kepadanya.
Memang begitu sulit ditinggalkan oleh keluarga
apalagi ia adalah tulang punggung dalam keluarga. Ketika ia pergi, nyaris aku
tidak melanjutkan study aku. Apalagi usaha mama aku itu baru berjalan dan
penghasilannya masih belum seberapa.
Dua bulan setelah kepergiannya, alhamdulillah
usaha mama berjalan dengan lancar, dan penghasilannyapun selalu bertambah
sehingga aku bisa melanjutkan studyku, walau juga dengan bantuan saudara
mamaku.
Walau mama aku punya penghasilan sendiri,
tetapi aku masih canggung minta uang banyak-banyak padanya. Berbeda hal ketika
tetta (ayah) masih hidup, apalagi aku tahu bahwa usaha mama itu modalnya
tidaklah sedikit.
Mama sering bilang bilang bahwa aku harus bisa
menjaga benda-benda yang aku miliki, karena aku tidak bisa membelinya lagi,
makanya aku berusaha menjaganya, sebenarnya aku sangat sulit karena dulunya aku
itu sangat cuek dengan benda-benda yang aku punya.
Sudahlah sampai disini, aku tidak bisa
melanjutkannya lagi.
Aku sedih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar