musikku
http://www.4shared.com/mp3/6QrX51uN/di_galesong.html
Senin, 24 Desember 2012
Perjalanan Cintaku
Awal ku mulai tahu akan cinta...
yaitu ketika aku duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Namun aku mulai
merasakan cinta ketika naik ke kelas enam. Rasa cinta itu berawal dari
teman-teman yang slalu comblangin aku dengan dia.
Masuk Sekolah Menengah Pertama
rasa cinta itu masih ada, naik kelas dua semester pertama, rasa itu sedikit
demi sedikit mulai menghilang mungkin karena selama 1 tahun lebih itulah aku
tak bertemu dengannya. namun ketika rasa itu mulai menghilang tanpa sengaja aku
bertemu dengannya, saat itu aku lagi antar mama aku ke sebuah bank dan saat itu
pula dia pulang sekolah dan lewat depan bank tersebut. Awalnya sich aku tak
menyadari ada dia namun sekilas aku mendengar temannya berkata “win nhena win”
dan saat itu pulalah aku berbalik dimana suara itu berada. Namun yang aneh
bagiku yaitu ketika aku melihatnya, dia langsung menundukkan kepalanya dan
tersenyum, seakan malu melihatku.
Ketika masuk semester dua, rasa
itu betul-betul hilang, bersamaan dengan itu orang tua aku membelikanku sebuah
handphone. Saat itu, lagi maraknya acak-acak nomer dan sms iseng. Yah nggak mau
kalah aku juga coba acak-acak nomer, namun ketika aku coba telpon ketiga nomer,
tak ada satupun nomer yang aktif tetapi ketika aku coba lagi yang keempat kalinya
ternyata masuk. Ketika orang itu angkat
yah aku pura-pura aja bilang salah sambung, kebetulan dia itu seorang cowok
coyy namanya erwin, dan berawal dari iseng-iseng aku itulah kita berkenalan
lanjut sms_an. Dia itu asli orang bandung tetapi kebetulan juga dia punya
keluarga di makassar.
Singkat kata, masuk kelas tiga
semester dua dia masih selalu menghubungiku dan ketika liburan sekolah
berlangsung dia ingin berkunjung ke makassar. Sesampainya dia dimakassar dengan
sengaja kita bertemu di Matahari Mall, dia datang bersama temannya dan
memperkenalkanku dengan temannya, namun habis perkenalan itu aku udah harus
pulang karena mama aku sudah selesai berbelanja.
Liburan sekolahpun telah usai
dia pun kembali ke kota kelahirannya, ia masih sering menghubungiku. Ketika dia
menelponku aku tak mengangkat begitupula ketika dia sms aku tidak membalasnya,
itu dikarenakan oleh kesibukanku mendaftar di Sekolah Menengah Atas.
Singgkat kata, akupun resmi
menjadi siswi di Sekolah Menengah Atas tersebut. Ketika pelajaran pertama aku
berlangsung disekolah itu, seorang temannya menelpon aku, tetapi aku tidak
mengangkatnya, dia lanjut dengan SMS aku yang isinya “Tolong diangkat ini
sangat penting”. Usai aku membaca SMS itu aku langsung menelphonenya. Sebuah
ucapan yang keluar dari mulutnya begitu mengagetkanku. Bagaimana tidak, dia itu
berkata bahwa erwin telah tiada karena sebuah kecelakaan ketika berangkat
menuju ke sekolahnya. Tanpa berkata-kata aku langsung mematikan telponnya. Rasa
sakit dan rasa sedih pasti ada, karena aku tak dapat melihat dia untuk yang
terakhir kalinya.
Tiga bulan setelah kepergian
erwin, seorang temannya bernama achank selalu menghubungiku. Naik kelas dua achank
sempat marah padaku karena ketika ia berucapkan sesuatu yah aku hanya
menjawabnya dengan sebuah senyuman tanpa ada tutur kata yang keluar dari mulut
aku. Ketika ia mengulang ucapannya yang kedua kalinya, aku bilang padaaku “udah
dulu yah aku lagi banyak tugas ini”. Eh
tiba-tiba dia ngomel-ngomel dan berkata “kamu itu orang yang kurang peka akan
perasaan orang, tidak mengerti akan perasaan orang”. yah aku kaget dong dengan
ucapan dia yang seperti itu yah saking kagetnya, aku langsug matikan aja tuh
handphone aku. Dalam dua minggu dia tidak menghubungiku, namun masuk ketiga
minggunya dia sms aku seraya berkata “maaf yah atas ucapanku tempo hari??” ucapnya.
“iya nggak apa-apa, nyantai aja lagi” ucapku.
Beranjak kelas tiga semester
pertama dia masih sering menghubungiku, namun masuk semester dua, sudah tidak
ada lagi kabar darinya, bukan hanya melalui handphone, twitter tapi juga
facebook. Entahlah, apakah itu dikarenakan oleh kesibukannya di kampus atau di
bandnya, kebetulan dia anak band juga ketua dari band itu.
*SEKIAN*
Detik-detik terakhir
Kehilangan orang yang di sayang, sangatlah
sulit apalagi orang tersebut tak akan kembali lagi, karena tlah pergi untuk
selamanya.
Kutuliskan cerita ini, seiringan dengan
jatuhnya air mata yang begitu sulit untuk kulerai. Begitu sakit hati ini ketika
ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh orang yang begitu dekat dan kita
sayangi. Bahkan sampai saat ini aku masih belum percaya bahwa satu sayapku tlah
pergi. Namun aku harus bisa merelakannya.
Seringkali air mataku menetes ketika mengingatnya.
Karena diantara saudaraku hanyalah aku yang begitu dekat dengannya. Ketika ia
akan pergi, aku tak kuasa untuk melihatnya namun mama menyuruhku untuk tetap di
sampingnya dan melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Tetapi, aku tidak bisa
melihat ia seperti itu.
Di detik-detik terakhirnya ia sempat meneskan
air mata, mungkin karena dari ketiga anaknya hanyalah aku yang ada disana,
hanyalah aku yang dilihatnya. Ketika ia dibawah pulang kerumah, orang pada
memelukku tetapi aku adalah orang yang tidak suka menunjukkan kesedihanku pada
orang lain sampai akhirnya aku bergegas menuju kamarku. Sesampainya aku di
kamar, seseorang memelukku dari belakang, seraya berkata “kamu pasti bisa
melanjutkan masa depanmu meski tanpa dia, satu hal harus kamu ingat yaitu do’akan
ia selalu”.
Tak lama kemudian datanglah tante aku, ia
berkata bahwa aku tidak boleh seperti ini, dan aku harus keluar dari kamar .
sungguh hatiku begitu tercabik-cabik melihatnya seperti itu.
Satu hal yang slalu membuatku teringat yaitu
sebuah janji, janji yang belum sempat aku tepati bahkan sampai ia pergi. Dan
dua kali aku ucapkan janji itu kepadanya.
Memang begitu sulit ditinggalkan oleh keluarga
apalagi ia adalah tulang punggung dalam keluarga. Ketika ia pergi, nyaris aku
tidak melanjutkan study aku. Apalagi usaha mama aku itu baru berjalan dan
penghasilannya masih belum seberapa.
Dua bulan setelah kepergiannya, alhamdulillah
usaha mama berjalan dengan lancar, dan penghasilannyapun selalu bertambah
sehingga aku bisa melanjutkan studyku, walau juga dengan bantuan saudara
mamaku.
Walau mama aku punya penghasilan sendiri,
tetapi aku masih canggung minta uang banyak-banyak padanya. Berbeda hal ketika
tetta (ayah) masih hidup, apalagi aku tahu bahwa usaha mama itu modalnya
tidaklah sedikit.
Mama sering bilang bilang bahwa aku harus bisa
menjaga benda-benda yang aku miliki, karena aku tidak bisa membelinya lagi,
makanya aku berusaha menjaganya, sebenarnya aku sangat sulit karena dulunya aku
itu sangat cuek dengan benda-benda yang aku punya.
Sudahlah sampai disini, aku tidak bisa
melanjutkannya lagi.
Aku sedih
SIAPAKAH AKU???
SIAPAKAH AKU???
Aku itu adalah orang yang suka berpenampilan
sederhana, apa adanya dan tidak suka banyak neko-nekonya. Masalah penampilan,
yah biasa-biasa ajalah, aku itu berbeda dengan wanita lain pada umumnya.
Berdandan, feminim, semua itu tidak bisa dilakukan olehku. Makanya aku bilang,
aku berbeda dengan wanita lain.
Aku itu orangnya cuek, cuek akan masalahku
juga cuek akan penampilan. Aku itu tidak suka ambil pusing akan masalah karena
menurut aku, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan semua orang juga tahu
akan itu. masalah penampilan yah cuek-cuek aja asalkan tidak melanggar norma
dan agama. Saking cueknya dengan penampilan, aku jadi pernah di kritik oleh
seseorang, katanya sih aku itu salah gaya dan dia tidak suka akan gayaku itu.
Ketika ia mengkritikku, aku menanggapinya
biasa-biasasaja, yah aku tersenyum aja mendengar kritikannya, aku suka kritikan
karena dengan kritikan, kita bisa mengetahui kesalahan kita dan tanpa kritikan
kita tidak akan berkembang dan akan begitu-begitu saja.Semenjak kritikan itu,
aku sudah tidak pernah lagi mengulang penampilanku yang seperti itu.
Aku itu orangnya tomboy, dan seseorang pernah
berkata padaku, mengapa aku tomboy yah aku jawab aja tidak tahu karena memang
aku tidak tahu. Timbullah tanda tanya dalam benakku “iyaya kenapa aku tomboy?”.
Dan sekarang aku tahu kenapa? Itu karena keturunan dari mama aku.
Saat itu aku tahu alasan aku tomboy ketika aku
berkunjung ke tempat dimana mama aku di lahirkan. Orang disana berkata “aku itu
sangat mirip dengan mama, sama-sama tomboy juga” nah disitu aku tahu, selain
itu juga karena sejak kecil aku memang lebih suka bermain bola.
Aku itu orangnya humoris, kata teman aku sih
begitu. Tetapi aku fikir tidak juga hanya terkadang tanpa sengaja aku berbuat
hal yang lucu, tetapi sebaliknya di rumah aku, keluarga aku tahunya aku itu
kalem, makanya ketika masuk kuliah mama aku pernah bernanya padaku “apakah aku
sudah punya banyak teman”. Yah tentu aja dia bertanya seperti itu karena orang
kalem itu susah beradaptasi. Pernah suatu ketika aku berbica serius kepada
temanku tetapi ia langsung menertawakanku, yah aku bingung dong jadi aku tanya
aja dia mengapa dia tertawa, yah dia bilang “begitu ternya kalau kamu serius.
Banyak temanku aku bilang, kalau aku marah
muka aku nggak kaya orang marah, yah mungkin muka aku memang lucu kali
yahhhhhh.
Ketika tanpa sengaja di depan keluarga aku
membuat mereka tertawa, salah satu keluarga aku berkata dia tidak menyangka aku
secerewet itu.
Singkat kata, teman sekolah, kaka juga adik
kelas aku banyak yang berkata aku itu orangnya super pede makanya banyak teman
aku yang meminta tips agar bisa pede. Yah secara, aku merasa nggak begitu juga.
Masalah pede nggak juga apalagi kalau pakai super, walaaaaah.
Ketika orang mengenalku maka ia akan suka
berteman denganku, mengapa aku berkata demikian karena temanku pernah berkata,
bahwa dia itu suka berteman denganku dan banyak orang menyukaiku yah itu kata
temanku. Kepastiannya aku juga tidak tahu.
Seorang temanku pernah berkata padaku “kamu
itu tidak suka sesama jeniskan?”. Yah aku tersenyum aja ngedengarnya, lucu aja
gitu. Aku memang tomboy tetapi aku tidak seperti itu dan tidak mau seperti itu
karena aku juga mengerti akan agama dan aku juga pernah jatuh cinta. Eitzzzz
jatuh cintanya sama cowok dan semua teman dekatku juga tahu akan itu dan juga
tahu akan cowok itu. kebetulan yang bertanya itu bukan teman dekat aku makanya
dia tidak tahu kisah pribadi aku.
Jujur, aku memang pernah sayang pada perempuan
dan itu lebih dari satu. Dan rasa sayang itu beda dengan rasa cinta. Rasa
sayang itu untuk siapa saja. dan menurut aku tidak ada salahnya menyangi dia
apalagi dia itu sahabat aku.
Aku itu suka berteman dengan siapa saja, nggak
milih-milih. Makanya aku punya banyak teman. Kata kakak aku, aku itu banyak
yang kenal, pernah suatu ketika ia berkunjung kesekolah aku, lalu ia bertanya
dan semua orang yang ia tanya itu ternyata mengenalku dan satu orang yang ia
tanya itu berkata “siapa sih yang tidak kenal Nhena”. Kadang aku juga merasa
bingung setiap ada orang yang tersenyum padaku lantas aku tidak mengenalnya
yahhh sebagai orang yang ramah yah aku balas saja senyumnya.
Kalau Masalah pacaran yah belum terbersit
dalam benakku. Pengalamanku, pacaran itu bikin ribet apalagi pacaran dengan
orang tidak dicinta. Pokoknya ribet banget deeeeeeeeh.
Seorang temanku pernah bertanya padaku aku itu
pernah pacaran tidak yah aku jawab aja tidak pernah. Dan mereka menertawakanku,
yah aku biasa-biasa aja dengan itu karena udah terbiasa.
Aku itu orang lebih suka menceritakan
pengalamanku melalui sebuah kertas ketimbang bercerita kepada orang, tetapi
kalau bercerita masalah kejadian di sekolah aku lebih suka mencerikannya pada
mama aku, menceritakan teman dan guru aKU ke mama aku bahkan ketika aku dihukum
disekolah, pulangnya aku langsung cerita pada mama aku. Anak mana yang tidak
merasa tenang menceritakan pengalamannya pada orang tuanya.
singkat kata, aku itu kalau dilihatin orang,
biasa-biasa saja, tetapi beda hal dengan teman aku. Dia berkata kalau dia
dilihatin terus dia itu bisa malu merasa punya kesalahan pada penampilan dll.
Tetapi aku kok tidak yaaaaaaa. Aku biasa-biasa saja.
Yahhhhh itulah aku.................
berpadu antara bahagia dan sedih
BAHAGIAKU DAN KESEDIHANKU
Hari itu aku begitu bahagia
dapat bertemu dengannya, Awalnya aku takut untuk menyapanya, maka dari itu aku
hanya memperhatikannya walau hanya dari kejauhan, bukannya aku tak ingin
menyapa dia, namun aku takut dia acuhkan aku. Dan ternyata aku telah salah
menilainya, dia masih sama seperti dulu, entahlah kenapa waktu itu dia acuhkan
aku, sangatlah, berbeda dari biasanya, namun kini aku tahu bahwa dia tidaklah
berubah sebagai mana yang pernah aku fikir waktu itu.
“Maafkan aku, sebenarnya saat
itu aku lihat kamu lewat dekat aku, mungkin ia tidak tahu kalau akulah yang ada
di depannya karena saat itu aku lagi merundukkan kepalaku, sengaja aku merunduk
karena tak ingin dilihat olehmu dan tak ingin tersenyum padamu seperti yang
telah aku katakan sebelumnya bahwa aku takut engkau acuhkan”.
Saat dia lewat, tak habis
fikirnya aku ternyata teman yang bersamaku itu menyapanya sampai akhirnya aku
harus menoleh kepadanya dan ia pun akhirnya melihatku dan menyapaku dengan suarayang
merdu dan dengan senyuman yang selama ini sulit untuk aku lupakan. Akhirnya aku
pun tersenyum kepadanya tanpa ada kata. namun harus kuakui aku tak bisa menahan
perasaan bahagiaku bertemu dengannya.
Iapun melanjutkan langkahnya,
namun, langkahnya itu tiba-tiba terhenti ketika ia melontarkan sebuah
pertanyaan kepadaku, tetapi aku tidak bisa menjawab pertanyaannya itu karena
sesuatu hal.
siapakah dia???
saenab galesong
SIAPAKAH DIA???
D
|
ia
itu adalah orang yang sangat aku sayangi tetapi tidaklah aku cintai. Mengapa
aku berkata seperti itu, karen Aku tahu cara membedakan antara cinta dan
sayang, maka dari itu aku beranggapan bahwa perasaan ini untuknya hanyalah sebatas rasa sayang.Dia itu
adalah orang yang selalu membuatku bertanya-tanya akan sikapnya. Awal bertemu
dia, tidak ada sedikitpun ketertarikanku padanya, bahkan aku itu kurang suka
padanya karena keegoisan yang ia perlihatkan ketika belum saling kenal.
Keesokan harinya aku bertemu dengan dia lagi. tetapi
pertemuan ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya, pertemuan ini diisi dengan
sebuah perkenalan. Dan dari perkenalan itulah kita sering bertemu, karena
sering bertemu itulah sehingga timbul sebuah rasa sayang. Yahhhh benar kata
pepatah, bahwa “tak kenal maka tak sayang” seperti yang kurasakan saat ini.
Seperti yang aku katakan
tadi, bahwa dia itu adalah orang yang selalu membuatku bertanya-tanya. Kenapa?
Karena sikapnya selalu berubah sehingga membuatku bingung. Kadang ia itu begitu
ramah kepadaku namun kadang juga ia mendiamu aku, seakan aku punya salah
kepadanya.
Sempat aku ingat, dulu itu
ketika bertemu denganku dia begitu ramah, tersenyum bahkan ia sempat menaikkan
keningnya sejenak ketika melihatku. Namun, kadang ketika bertemu denganku, ia
hanya melewatiku begitu saja, tanpa ada tutur kata juga senyum darinya, waw
begitu misterius dia.
Suatu ketika aku dan
temanku berkunjung dimana dia berada alasannya karena ada perlu tetapi bukan
dengan dia melainkan dengan orang lain yang saat itu bersama dia ketika aku
sampai ditempat itu, bola matanya langsung mengarah kepadaku tetapi bagiku
tatapannya begitu aneh, bahkan ketika dia mengambil sesuatu di dalam laci,
tatapannya masih saja tertuju padaku, karena aku tak ingin dia menatapku
seperti itu yahh akhirnya aku arahkan pandanganku ke tempat lain, tetapi dia
masih terus melihatku seperti itu, tatapannya itu baru menghilang keika aku
juga tidak ada di depannya.
Beberapa haripun tlah
berlalu dan aku bertemu dengan dia lagi namun, sikapnya ini berbeda lagi.
Sekarang dia tersenyum kepadaku dan mengucapkan sesuatu tetapi tidak terdengar
jelas olehku. Jadinya aku hanya bisa tersenyum kepadanya.
Dia itu adalah orang yang begitu perhatian kepadaku, dia
mampu membuatku menjadi lebih baik. ketika dia tidak suka akan kebiasaanku itu,
dia langsung berkata dia tidak suka begitupun sebaliknya. Dia juga pernah
bilang kepadaku bahwa aku itu mempunyai ciri khas yang umumnya perempuan jarang
miliki.
Dia itu adalah orang yang
tidak suka apabila berbicara tetapi tidak diperhatikan. Karena itulah dia
pernah marah padaku, karena dia sedang berbicara tetapi aku tidak memperhatikan
apa yang ia ucapkan. Tetapi amarahnya itu berlangsung tidak lama.
Singkat kata, pernah suatu ketika tiba-tiba ia menyuruhku
bernyanyi. Awalnya sih aku tak ingin tetapi ia terus menyuruhku. Akhirnya
akupun bernyanyi bahkan bernyanyi di depan orang yang bayaknya kurang lebih 40.
Ketika aku memulai, ia yang tadinya mengarah ketempat lain tiba-tiba mengarah
kepadaku seakan orang yang terkesima gitu, hehehehehehe
Beberapa bulan tlah
berlalu. Kini dia mempunyai kehidupan baru, dan aku turut berbahagia akan itu.
dan di kehidupan barunya itulah aku dan dia terakhir bertemu dan sampai sampai
saat ini aku sudah tidak pernahlagi bertemu dengannya.
*THE END* saenabn3n4.blogspot.com
Langganan:
Komentar (Atom)