ul.menu {list-style-type:none;width:auto;position:relative;display:block;height:33px;font-size:.6em;background:url("https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_qegyMQIYhWwYJWFDOEGLH8jakcuubdNLFqViHlYm42uhifkJLee-5UP45ZdYDTCf4OIw7yndmsrEGVEkfIJCFE2PSLe4FcdPM0YrxCDJLfmCCAvBoUboaiDh3977fmIk5B8vKK3XreY/s1600/bg.png") repeat-x top left;font-family:Verdana,Helvetica,Arial,sans-serif;border:1px solid #000;margin:0;padding:0;} ul.menu li {display:block;float:left;margin:0;padding:0;} ul.menu li a {float:left;color:#A79787;text-decoration:none;height:24px;padding:9px 15px 0;font-weight:normal;} ul.menu li a:hover,.current {color:#fff;background:url("https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_qegyMQIYhWwYJWFDOEGLH8jakcuubdNLFqViHlYm42uhifkJLee-5UP45ZdYDTCf4OIw7yndmsrEGVEkfIJCFE2PSLe4FcdPM0YrxCDJLfmCCAvBoUboaiDh3977fmIk5B8vKK3XreY/s1600/bg.png") repeat-x top left;text-decoration:none;} ul.menu .current a {color:#fff;font-weight:700;} /*Garis Merah*/ ul.menu.red{background-color:#B11718;} ul.menu.red li a:hover, .menu.red li.current {background-color:#DE3330;}

musikku

http://www.4shared.com/mp3/6QrX51uN/di_galesong.html

Senin, 24 Desember 2012

Perjalanan Cintaku



Awal ku mulai tahu akan cinta... yaitu ketika aku duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Namun aku mulai merasakan cinta ketika naik ke kelas enam. Rasa cinta itu berawal dari teman-teman yang slalu comblangin aku dengan dia.
Masuk Sekolah Menengah Pertama rasa cinta itu masih ada, naik kelas dua semester pertama, rasa itu sedikit demi sedikit mulai menghilang mungkin karena selama 1 tahun lebih itulah aku tak bertemu dengannya. namun ketika rasa itu mulai menghilang tanpa sengaja aku bertemu dengannya, saat itu aku lagi antar mama aku ke sebuah bank dan saat itu pula dia pulang sekolah dan lewat depan bank tersebut. Awalnya sich aku tak menyadari ada dia namun sekilas aku mendengar temannya berkata “win nhena win” dan saat itu pulalah aku berbalik dimana suara itu berada. Namun yang aneh bagiku yaitu ketika aku melihatnya, dia langsung menundukkan kepalanya dan tersenyum, seakan malu melihatku.
Ketika masuk semester dua, rasa itu betul-betul hilang, bersamaan dengan itu orang tua aku membelikanku sebuah handphone. Saat itu, lagi maraknya acak-acak nomer dan sms iseng. Yah nggak mau kalah aku juga coba acak-acak nomer, namun ketika aku coba telpon ketiga nomer, tak ada satupun nomer yang aktif tetapi ketika aku coba lagi yang keempat kalinya ternyata  masuk. Ketika orang itu angkat yah aku pura-pura aja bilang salah sambung, kebetulan dia itu seorang cowok coyy namanya erwin, dan berawal dari iseng-iseng aku itulah kita berkenalan lanjut sms_an. Dia itu asli orang bandung tetapi kebetulan juga dia punya keluarga di makassar.
Singkat kata, masuk kelas tiga semester dua dia masih selalu menghubungiku dan ketika liburan sekolah berlangsung dia ingin berkunjung ke makassar. Sesampainya dia dimakassar dengan sengaja kita bertemu di Matahari Mall, dia datang bersama temannya dan memperkenalkanku dengan temannya, namun habis perkenalan itu aku udah harus pulang karena mama aku sudah selesai berbelanja.
Liburan sekolahpun telah usai dia pun kembali ke kota kelahirannya, ia masih sering menghubungiku. Ketika dia menelponku aku tak mengangkat begitupula ketika dia sms aku tidak membalasnya, itu dikarenakan oleh kesibukanku mendaftar di Sekolah Menengah Atas.
Singgkat kata, akupun resmi menjadi siswi di Sekolah Menengah Atas tersebut. Ketika pelajaran pertama aku berlangsung disekolah itu, seorang temannya menelpon aku, tetapi aku tidak mengangkatnya, dia lanjut dengan SMS aku yang isinya “Tolong diangkat ini sangat penting”. Usai aku membaca SMS itu aku langsung menelphonenya. Sebuah ucapan yang keluar dari mulutnya begitu mengagetkanku. Bagaimana tidak, dia itu berkata bahwa erwin telah tiada karena sebuah kecelakaan ketika berangkat menuju ke sekolahnya. Tanpa berkata-kata aku langsung mematikan telponnya. Rasa sakit dan rasa sedih pasti ada, karena aku tak dapat melihat dia untuk yang terakhir kalinya.
Tiga bulan setelah kepergian erwin, seorang temannya bernama achank selalu menghubungiku. Naik kelas dua achank sempat marah padaku karena ketika ia berucapkan sesuatu yah aku hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman tanpa ada tutur kata yang keluar dari mulut aku. Ketika ia mengulang ucapannya yang kedua kalinya, aku bilang padaaku “udah dulu yah aku lagi banyak tugas ini”.  Eh tiba-tiba dia ngomel-ngomel dan berkata “kamu itu orang yang kurang peka akan perasaan orang, tidak mengerti akan perasaan orang”. yah aku kaget dong dengan ucapan dia yang seperti itu yah saking kagetnya, aku langsug matikan aja tuh handphone aku. Dalam dua minggu dia tidak menghubungiku, namun masuk ketiga minggunya dia sms aku seraya berkata “maaf yah atas ucapanku tempo hari??” ucapnya. “iya nggak apa-apa, nyantai aja lagi” ucapku.
Beranjak kelas tiga semester pertama dia masih sering menghubungiku, namun masuk semester dua, sudah tidak ada lagi kabar darinya, bukan hanya melalui handphone, twitter tapi juga facebook. Entahlah, apakah itu dikarenakan oleh kesibukannya di kampus atau di bandnya, kebetulan dia anak band juga ketua dari band itu.

                                                                                                *SEKIAN*

Detik-detik terakhir


Kehilangan orang yang di sayang, sangatlah sulit apalagi orang tersebut tak akan kembali lagi, karena tlah pergi untuk selamanya.
Kutuliskan cerita ini, seiringan dengan jatuhnya air mata yang begitu sulit untuk kulerai. Begitu sakit hati ini ketika ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh orang yang begitu dekat dan kita sayangi. Bahkan sampai saat ini aku masih belum percaya bahwa satu sayapku tlah pergi. Namun aku harus bisa merelakannya.
Seringkali air mataku menetes ketika mengingatnya. Karena diantara saudaraku hanyalah aku yang begitu dekat dengannya. Ketika ia akan pergi, aku tak kuasa untuk melihatnya namun mama menyuruhku untuk tetap di sampingnya dan melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Tetapi, aku tidak bisa melihat ia seperti itu.
Di detik-detik terakhirnya ia sempat meneskan air mata, mungkin karena dari ketiga anaknya hanyalah aku yang ada disana, hanyalah aku yang dilihatnya. Ketika ia dibawah pulang kerumah, orang pada memelukku tetapi aku adalah orang yang tidak suka menunjukkan kesedihanku pada orang lain sampai akhirnya aku bergegas menuju kamarku. Sesampainya aku di kamar, seseorang memelukku dari belakang, seraya berkata “kamu pasti bisa melanjutkan masa depanmu meski tanpa dia, satu hal harus kamu ingat yaitu do’akan ia selalu”.
Tak lama kemudian datanglah tante aku, ia berkata bahwa aku tidak boleh seperti ini, dan aku harus keluar dari kamar . sungguh hatiku begitu tercabik-cabik melihatnya seperti itu.
Satu hal yang slalu membuatku teringat yaitu sebuah janji, janji yang belum sempat aku tepati bahkan sampai ia pergi. Dan dua kali aku ucapkan janji itu kepadanya.
Memang begitu sulit ditinggalkan oleh keluarga apalagi ia adalah tulang punggung dalam keluarga. Ketika ia pergi, nyaris aku tidak melanjutkan study aku. Apalagi usaha mama aku itu baru berjalan dan penghasilannya masih belum seberapa.
Dua bulan setelah kepergiannya, alhamdulillah usaha mama berjalan dengan lancar, dan penghasilannyapun selalu bertambah sehingga aku bisa melanjutkan studyku, walau juga dengan bantuan saudara mamaku.
Walau mama aku punya penghasilan sendiri, tetapi aku masih canggung minta uang banyak-banyak padanya. Berbeda hal ketika tetta (ayah) masih hidup, apalagi aku tahu bahwa usaha mama itu modalnya tidaklah sedikit.
Mama sering bilang bilang bahwa aku harus bisa menjaga benda-benda yang aku miliki, karena aku tidak bisa membelinya lagi, makanya aku berusaha menjaganya, sebenarnya aku sangat sulit karena dulunya aku itu sangat cuek dengan benda-benda yang aku punya.
Sudahlah sampai disini, aku tidak bisa melanjutkannya lagi.
Aku sedih

SIAPAKAH AKU???


SIAPAKAH AKU???
Aku itu adalah orang yang suka berpenampilan sederhana, apa adanya dan tidak suka banyak neko-nekonya. Masalah penampilan, yah biasa-biasa ajalah, aku itu berbeda dengan wanita lain pada umumnya. Berdandan, feminim, semua itu tidak bisa dilakukan olehku. Makanya aku bilang, aku berbeda dengan wanita lain.
Aku itu orangnya cuek, cuek akan masalahku juga cuek akan penampilan. Aku itu tidak suka ambil pusing akan masalah karena menurut aku, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan semua orang juga tahu akan itu. masalah penampilan yah cuek-cuek aja asalkan tidak melanggar norma dan agama. Saking cueknya dengan penampilan, aku jadi pernah di kritik oleh seseorang, katanya sih aku itu salah gaya dan dia tidak suka akan gayaku itu.
Ketika ia mengkritikku, aku menanggapinya biasa-biasasaja, yah aku tersenyum aja mendengar kritikannya, aku suka kritikan karena dengan kritikan, kita bisa mengetahui kesalahan kita dan tanpa kritikan kita tidak akan berkembang dan akan begitu-begitu saja.Semenjak kritikan itu, aku sudah tidak pernah lagi mengulang penampilanku yang seperti itu.
Aku itu orangnya tomboy, dan seseorang pernah berkata padaku, mengapa aku tomboy yah aku jawab aja tidak tahu karena memang aku tidak tahu. Timbullah tanda tanya dalam benakku “iyaya kenapa aku tomboy?”. Dan sekarang aku tahu kenapa? Itu karena keturunan dari mama aku.
Saat itu aku tahu alasan aku tomboy ketika aku berkunjung ke tempat dimana mama aku di lahirkan. Orang disana berkata “aku itu sangat mirip dengan mama, sama-sama tomboy juga” nah disitu aku tahu, selain itu juga karena sejak kecil aku memang lebih suka bermain bola.
Aku itu orangnya humoris, kata teman aku sih begitu. Tetapi aku fikir tidak juga hanya terkadang tanpa sengaja aku berbuat hal yang lucu, tetapi sebaliknya di rumah aku, keluarga aku tahunya aku itu kalem, makanya ketika masuk kuliah mama aku pernah bernanya padaku “apakah aku sudah punya banyak teman”. Yah tentu aja dia bertanya seperti itu karena orang kalem itu susah beradaptasi. Pernah suatu ketika aku berbica serius kepada temanku tetapi ia langsung menertawakanku, yah aku bingung dong jadi aku tanya aja dia mengapa dia tertawa, yah dia bilang “begitu ternya kalau kamu serius.
Banyak temanku aku bilang, kalau aku marah muka aku nggak kaya orang marah, yah mungkin muka aku memang lucu kali yahhhhhh.
Ketika tanpa sengaja di depan keluarga aku membuat mereka tertawa, salah satu keluarga aku berkata dia tidak menyangka aku secerewet itu.
Singkat kata, teman sekolah, kaka juga adik kelas aku banyak yang berkata aku itu orangnya super pede makanya banyak teman aku yang meminta tips agar bisa pede. Yah secara, aku merasa nggak begitu juga. Masalah pede nggak juga apalagi kalau pakai super, walaaaaah.
Ketika orang mengenalku maka ia akan suka berteman denganku, mengapa aku berkata demikian karena temanku pernah berkata, bahwa dia itu suka berteman denganku dan banyak orang menyukaiku yah itu kata temanku. Kepastiannya aku juga tidak tahu.
Seorang temanku pernah berkata padaku “kamu itu tidak suka sesama jeniskan?”. Yah aku tersenyum aja ngedengarnya, lucu aja gitu. Aku memang tomboy tetapi aku tidak seperti itu dan tidak mau seperti itu karena aku juga mengerti akan agama dan aku juga pernah jatuh cinta. Eitzzzz jatuh cintanya sama cowok dan semua teman dekatku juga tahu akan itu dan juga tahu akan cowok itu. kebetulan yang bertanya itu bukan teman dekat aku makanya dia tidak tahu kisah pribadi aku.
Jujur, aku memang pernah sayang pada perempuan dan itu lebih dari satu. Dan rasa sayang itu beda dengan rasa cinta. Rasa sayang itu untuk siapa saja. dan menurut aku tidak ada salahnya menyangi dia apalagi dia itu sahabat aku.
Aku itu suka berteman dengan siapa saja, nggak milih-milih. Makanya aku punya banyak teman. Kata kakak aku, aku itu banyak yang kenal, pernah suatu ketika ia berkunjung kesekolah aku, lalu ia bertanya dan semua orang yang ia tanya itu ternyata mengenalku dan satu orang yang ia tanya itu berkata “siapa sih yang tidak kenal Nhena”. Kadang aku juga merasa bingung setiap ada orang yang tersenyum padaku lantas aku tidak mengenalnya yahhh sebagai orang yang ramah yah aku balas saja senyumnya.
Kalau Masalah pacaran yah belum terbersit dalam benakku. Pengalamanku, pacaran itu bikin ribet apalagi pacaran dengan orang tidak dicinta. Pokoknya ribet banget deeeeeeeeh.
Seorang temanku pernah bertanya padaku aku itu pernah pacaran tidak yah aku jawab aja tidak pernah. Dan mereka menertawakanku, yah aku biasa-biasa aja dengan itu karena udah terbiasa.
Aku itu orang lebih suka menceritakan pengalamanku melalui sebuah kertas ketimbang bercerita kepada orang, tetapi kalau bercerita masalah kejadian di sekolah aku lebih suka mencerikannya pada mama aku, menceritakan teman dan guru aKU ke mama aku bahkan ketika aku dihukum disekolah, pulangnya aku langsung cerita pada mama aku. Anak mana yang tidak merasa tenang menceritakan pengalamannya pada orang tuanya.
singkat kata, aku itu kalau dilihatin orang, biasa-biasa saja, tetapi beda hal dengan teman aku. Dia berkata kalau dia dilihatin terus dia itu bisa malu merasa punya kesalahan pada penampilan dll. Tetapi aku kok tidak yaaaaaaa. Aku biasa-biasa saja.
Yahhhhh itulah aku.................


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saenab nhenackz

berpadu antara bahagia dan sedih


                BAHAGIAKU DAN KESEDIHANKU

                Hari itu aku begitu bahagia dapat bertemu dengannya, Awalnya aku takut untuk menyapanya, maka dari itu aku hanya memperhatikannya walau hanya dari kejauhan, bukannya aku tak ingin menyapa dia, namun aku takut dia acuhkan aku. Dan ternyata aku telah salah menilainya, dia masih sama seperti dulu, entahlah kenapa waktu itu dia acuhkan aku, sangatlah, berbeda dari biasanya, namun kini aku tahu bahwa dia tidaklah berubah sebagai mana yang pernah aku fikir waktu itu.
                “Maafkan aku, sebenarnya saat itu aku lihat kamu lewat dekat aku, mungkin ia tidak tahu kalau akulah yang ada di depannya karena saat itu aku lagi merundukkan kepalaku, sengaja aku merunduk karena tak ingin dilihat olehmu dan tak ingin tersenyum padamu seperti yang telah aku katakan sebelumnya bahwa aku takut engkau acuhkan”.
                Saat dia lewat, tak habis fikirnya aku ternyata teman yang bersamaku itu menyapanya sampai akhirnya aku harus menoleh kepadanya dan ia pun akhirnya melihatku dan menyapaku dengan suarayang merdu dan dengan senyuman yang selama ini sulit untuk aku lupakan. Akhirnya aku pun tersenyum kepadanya tanpa ada kata. namun harus kuakui aku tak bisa menahan perasaan bahagiaku bertemu dengannya.
                Iapun melanjutkan langkahnya, namun, langkahnya itu tiba-tiba terhenti ketika ia melontarkan sebuah pertanyaan kepadaku, tetapi aku tidak bisa menjawab pertanyaannya itu karena sesuatu hal.

siapakah dia???

saenab galesong  
SIAPAKAH DIA???

D
ia itu adalah orang yang sangat aku sayangi tetapi tidaklah aku cintai. Mengapa aku berkata seperti itu, karen Aku tahu cara membedakan antara cinta dan sayang, maka dari itu aku beranggapan bahwa perasaan ini  untuknya hanyalah sebatas rasa sayang.Dia itu adalah orang yang selalu membuatku bertanya-tanya akan sikapnya. Awal bertemu dia, tidak ada sedikitpun ketertarikanku padanya, bahkan aku itu kurang suka padanya karena keegoisan yang ia perlihatkan ketika belum saling kenal.
Keesokan harinya aku bertemu dengan dia lagi. tetapi pertemuan ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya, pertemuan ini diisi dengan sebuah perkenalan. Dan dari perkenalan itulah kita sering bertemu, karena sering bertemu itulah sehingga timbul sebuah rasa sayang. Yahhhh benar kata pepatah, bahwa “tak kenal maka tak sayang” seperti yang kurasakan saat ini.
Seperti yang aku katakan tadi, bahwa dia itu adalah orang yang selalu membuatku bertanya-tanya. Kenapa? Karena sikapnya selalu berubah sehingga membuatku bingung. Kadang ia itu begitu ramah kepadaku namun kadang juga ia mendiamu aku, seakan aku punya salah kepadanya.
Sempat aku ingat, dulu itu ketika bertemu denganku dia begitu ramah, tersenyum bahkan ia sempat menaikkan keningnya sejenak ketika melihatku. Namun, kadang ketika bertemu denganku, ia hanya melewatiku begitu saja, tanpa ada tutur kata juga senyum darinya, waw begitu misterius dia.
Suatu ketika aku dan temanku berkunjung dimana dia berada alasannya karena ada perlu tetapi bukan dengan dia melainkan dengan orang lain yang saat itu bersama dia ketika aku sampai ditempat itu, bola matanya langsung mengarah kepadaku tetapi bagiku tatapannya begitu aneh, bahkan ketika dia mengambil sesuatu di dalam laci, tatapannya masih saja tertuju padaku, karena aku tak ingin dia menatapku seperti itu yahh akhirnya aku arahkan pandanganku ke tempat lain, tetapi dia masih terus melihatku seperti itu, tatapannya itu baru menghilang keika aku juga tidak ada di depannya.
Beberapa haripun tlah berlalu dan aku bertemu dengan dia lagi namun, sikapnya ini berbeda lagi. Sekarang dia tersenyum kepadaku dan mengucapkan sesuatu tetapi tidak terdengar jelas olehku. Jadinya aku hanya bisa tersenyum kepadanya.
Dia itu adalah orang yang begitu perhatian kepadaku, dia mampu membuatku menjadi lebih baik. ketika dia tidak suka akan kebiasaanku itu, dia langsung berkata dia tidak suka begitupun sebaliknya. Dia juga pernah bilang kepadaku bahwa aku itu mempunyai ciri khas yang umumnya perempuan jarang miliki.
Dia itu adalah orang yang tidak suka apabila berbicara tetapi tidak diperhatikan. Karena itulah dia pernah marah padaku, karena dia sedang berbicara tetapi aku tidak memperhatikan apa yang ia ucapkan. Tetapi amarahnya itu berlangsung tidak lama.
Singkat kata, pernah suatu ketika tiba-tiba ia menyuruhku bernyanyi. Awalnya sih aku tak ingin tetapi ia terus menyuruhku. Akhirnya akupun bernyanyi bahkan bernyanyi di depan orang yang bayaknya kurang lebih 40. Ketika aku memulai, ia yang tadinya mengarah ketempat lain tiba-tiba mengarah kepadaku seakan orang yang terkesima gitu, hehehehehehe
Beberapa bulan tlah berlalu. Kini dia mempunyai kehidupan baru, dan aku turut berbahagia akan itu. dan di kehidupan barunya itulah aku dan dia terakhir bertemu dan sampai sampai saat ini aku sudah tidak pernahlagi bertemu dengannya.